Februari 2020-Januari 2021: 333 Ulama Wafat akibat Covid-19
"Pandemi ini sangat luar biasa ancamannya, ini mengancam keselamatan warga Nahdliyin terutama para kiai kita, hingga tanggal 24 Desember kemarin ada sekitar 234 orang kiyai dan tokoh NU yang meninggal dunia selama masa pandemi,” katanya.
Dengan banyaknya jumlah ulama wafat, Ulun menegaskan masyarakat memerlukan informasi tentang Covid-19. Karena dampak Covid dirasakan di seluruh aspek kehidupan. Virus sangat dekat keluarga, teman dekat, orang-orang yang kita kenal baik terpapar hinga meninggal dunia.
"Jadi virus ini sudah dirasa sangat dekat dan mengancam jiwa dan seluruh aspek kehidupan. Orang selalu mengejar, ingin tahu informasi tentang Covid-19 ini," kata Ulun dikutip dari laman http://www.nu.or.id.
Khusus tentang pesantren kata Ulun, banyak orang yang berkepentingan baik wali santri maupun masyarakat pada umumnya. Informasi terkait Covid-19 dengan pesantren tentu akan menarik dan orang ingin tahu.
"Hal lain juga karena saat ini informasi tentang Covid-19 di pesantren itu sangat sedikit. Misalnya, ada banyak kiai yang meninggal, yang sakit, tapi pada saat yang sama juga kemudian selalu ada keterangan-keterangan bahwa ini hanya sakit biasa dan sebagainya," ujarnya.
"Masyarakat malah justru ingin semakin tahu, sekaligus juga mau mengerti lebih lanjut sebenarnya apa yang terjadi di pesantren. Maka saya kira bagus untuk membagi informasi tentang Covid-19 di pesantren kepada masyarakat luas," kata dia.
Editor: Ahmad Antoni