Jelang Setahun Pandemi Covid, Dewan Khawatir Terjadi Lonjakan Kemiskinan di Jateng
SEMARANG, iNews.id - Hampir setahun pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, termasuk Jawa Tengah. Dalam kurun waktu itu, jumlah yang terinfeksi masih tinggi dan pandemi memiliki dampak negatif bagi kesehatan maupun perekonomian Jawa Tengah.
Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mendukung penuh upaya Pemprov Jateng untuk menekan penyebaran Covid-19. Namun, langkah yang diambil dalam penanganan menjelang tahun kedua pandemi Covid ini harus lebih tepat.
Artinya, berjalan seimbang antara sisi kesehatan dan perekonomian. Lantaran, dua-duanya menjadi kebutuhan pokok masyarakat, terutama ekonomi masyarakat menengah ke bawah.
Ia mengatakan, begitu beratnya ekonomi masyarakat di masa pandemi ini. Pihaknya khawatir akan terjadi lonjakan angka kemiskinan di Jateng akibat pandemi Covid-19 ini.
Berdasarkan data BPS Jateng, ada lonjakan penduduk miskin di Jateng per Maret 2020 lalu. Pada periode itu, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah mencapai 3,98 juta orang.
Penduduk miskin di Jateng ada 11,41 persen bertambah sebanyak 301.500 orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2019 yang berjumlah 3,68 juta orang 10,58 persen.