Kakek di Grobogan Sembuh dari Covid-19, Keluarga Kecewa karena Dikucilkan Warga
"Dokter enggak bilang dia (kakek S) Covid-19, tapi yang bilang dia Covid-19 dari kantor kesehatan asalnya dari mana saya enggak tahu. Sebenarnya negatif semua," ucapnya lagi.
Meski kecewa, namun Indarti mengaku pasrah. Beberapa minggu kemudian, Dinas Kesehatan Grobogan, Jawa Tengah, memberikan informasi ke pihak keluarga bahwa, S terpapar Covid-19. Namun pihak keluarga masih tetap menolak hasil dari dinkes tersebut. Dampak dari pernyataan itu membuat seluruh keluarga S merasa terkucilkan.
Menurut indarti, selama ini ayahnya sudah tidak bisa berjalan dan beraktivitas seperti lainnya. Selama ini, kakek S hanya berada di kamar tidur saja, sehingga dia meyakini bahwa ayahnya tidak terpapar Covid-19.
Sementara itu, menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Grobogan, Endang Sulistyoningsih, pasien S telah dinyatakan negatif oleh tim gugus tugas setelah menjalani perawatan di ruang isolasi selama sebulan.
"Iya kakek yang usai 80 tahun itu (kakek S) bisa sembuh tanggal 1 Juli itu sudah negatif dari ti gugus tugas. Dia punya gejala pilek demam dan bantu," ucap Endang.
Editor: Nani Suherni