Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kematian Ternak Meningkat, Dinas Pertanian dan Pangan: Tidak Semua Kena Antraks
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Antraks Merebak, Penjualan Daging Sapi di Bantul Menurun

Rabu, 22 Januari 2020 - 01:30:00 WIB
Kasus Antraks Merebak, Penjualan Daging Sapi di Bantul Menurun
Penjualan daging sapi di Bantul menurun dampak merebaknya kasus antraks di Gunungkidul. (Foto: Dok.iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

BANTUL, iNews.id – Kasus antraks di Gunungkidul yang sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa berdampak terhadap menurunnya penjualan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Bantul.

Para pembeli kini lebih memilih membeli daging ayam atau ikan ketimbang daging sapi maupun kambing karena takut tertular penyakit antraks.

Pedagang daging, Lilik mengatakan, sejak merebak isu sapi positif antraks penjualan daging sapi menurun. “ Meski tidak drastis, penjualan tidak sebesar dulu. Mungkin konsumen takut dan memilih membeli ayam atau ikan,” katanya, Selasa (21/1/2020).  

Sementara itu, Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan dan Polres Bantul terus mengintensifkan pengawasan dan pemeriksaan daging sapi di beberapa pasar tradisional untuk mengantisipasi penyakit antraks.

“Kita lakukan pemeriksaan dan mengambil sampel untuk diuji laboratorium untuk memastikan bebas dari antraks,” kata Kepada Bidang, Kesehatan Hewan, DPPKP Pemkab Bantul, Joko Waluyo di sela-sela memantau daging sapi di Pasar Bantul.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut