Kisah 2 Desa Terisolasi di Grobogan, Akses Ekstrem Puluhan Tahun Tanpa Listrik
Imam, Kepala Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo mengatakan, telah mengusulkan untuk pengadaan listrik. Usulan tersebut, kata dia tidak bisa terlaksana.
Kendalanya, lanjut dia karena akses menuju pedukuhan, yakni Dukuh Kramat, Ngambakrejo, Desa Sugihmanik serta beberapa pedukuhan di Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati tidak bisa dilalui kendaraan. Pihak desa berupaya memberikan bantuan genset kepada warga yang terisolasi untuk digunakan sebagai penerangan.
"Sebetulnya berkaitan warga desa terpencil itu masuknya Dusun Rejosari karena itu berdomisili di tanah PJKA bukan tanah desa. Saya sarankan untuk kembali ke Dusun Rejosari sehingga kalau ada kebutuhan apa dengan warga itu bisa dimasukkan ke program-program. Tapi saya tetap perhatian terhadap mereka. Dulu pernah saya bantu genset dan itu bermanfaat," ujar Imam.
Sati, warga Dusun Ngambakrejo, Desa Sugihmanik menuturkan, telah terbiasa hidup tanpa listrik. Dia menyadari, akses untuk masuk ke pedukuhan ini sangat sulit dan harus melewati jalur berbahaya.
Dia mengungkapkan, ada beberapa warga yang enggan untuk pindah karena ini merupakan tanah warisan turun-temurun yang harus dijaga dan dirawat. Ada juga warga yang bersedia untuk relokasi asalkan telah disediakan tempat oleh pemerintah.