Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jambret Sadis Tewaskan ASN di Surabaya Ditangkap, Ternyata Komplotan Pasutri
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Pasutri Naik Haji, Rajin Menabung dari Hasil Jual Arang Kayu sejak Tahun 1975

Jumat, 26 Mei 2023 - 05:13:00 WIB
 Kisah Pasutri Naik Haji, Rajin Menabung dari Hasil Jual Arang Kayu sejak Tahun 1975
udiyono (68) dan Komsiyah (64), warga Dusun Kalilateng, Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, bersyukur bisa berangkat haji tahun ini. (iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Dari pengalaman ini, sang ibu pun mendoakan Komsiyah dan Budiono suatu saat akan menyusul pergi berhaji. “Tak dongakke nduk, sesok kowe bakal munggah kaji (saya doakan nak, besok kamu akan pergi berhaji),” ungkapnya, menirukan.

Doa dari sang ibu inilah yang kemudian membuat niat Komsiyah dan Budiono untuk menunaikan ibadah haji 2023 semakin besar, meski mereka hanya mengandalkan penghasilan dari menjual arang kayu.

Mereka pun rajin menabung dengan menyisihkan sebagian penghasilan. Komsiyah menyisihkan  dari menjual arang kayu dan Budiono juga membantu mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari hasil kebun, seperti jagung dan pisang untuk melunasi biaya haji.

Komsiyah juga mengenang, dulu untuk menjual arang harus digendong dari rumah menuju pasar Peterongan Semarang, berangkat dari rumah pukul 01.00 WIB dan pulang pada pukul 08.00 WIB.

Ketika itu, harga arang kayu satu gendongan (30 kilogram) hanya Rp250. Sekarang satu plastik arang kayu (1,2 kilogram) seharga Rp5.000. “Alhamdulillah, dari jerih payah ini sekarang bisa menjual 1 -1,5 ton arang kayu, sekali kirim,” ujarnya.     

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut