Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Lansia Tak Punya HP Terindikasi Judol hingga Bansos Dicoret, Ini Penjelasan Kemensos
Advertisement . Scroll to see content

Miris! Tukang Tambal Ban di Blora Dicoret Bansos karena Terdata Punya Mobil

Kamis, 03 September 2026 - 17:23:00 WIB
Miris! Tukang Tambal Ban di Blora Dicoret Bansos karena Terdata Punya Mobil
Tukang tambal ban di Blora, Jateng, Jamin, dicoret dari penerima bantuan sosial karena terdata memiliki mobil. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

BLORA, iNews.id – Nasib miris dialami Jamin dan Misenah, sepasang lansia warga Kelurahan Tambahrejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Keluarga kurang mampu ini secara mengejutkan dicoret dari daftar penerima Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) lantaran terdata memiliki mobil.

Padahal, keluarga tersebut masuk dalam kategori desil dua penerima bansos dan rutin mendapatkan Bansos Pangan Non-Tunai (BPNT)/Sembako setiap tahunnya. 

Status kepemilikan Bansos Jamin mendadak terhenti sejak data kependudukannya berubah dan terindikasi memiliki mobil pada Juni lalu. Hal ini membuat Jamin, yang sehari-hari mengais rejeki sebagai tukang tambal ban, merasa heran dan kebingungan.

Jamin menegaskan, kondisi ekonominya jauh dari kata mampu. Penghasilan hariannya yang tak menentu amat jauh untuk bisa membeli kendaraan roda empat.

"Saya heran kok bisa terdata punya mobil. Jangankan mobil, sepeda motor saja saya tidak punya. Sehari-hari cari uang dari tambal ban cuma dapat Rp30.000 sampai Rp50.000, sementara istri sedang pemulihan akibat sakit stroke. Kami sangat berharap bantuan itu bisa cair lagi untuk makan sehari-hari," tutur Jamin, Kamis (3/9/2026).

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, membenarkan adanya penyesuaian data penerima bansos secara terpusat. Namun, warga yang mendapati bantuannya terhapus akibat kekeliruan data dapat melakukan perbaikan.

Luluk mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan ketidaksesuaian data melalui mekanisme sanggahan di tingkat desa/kelurahan.

"Bagi masyarakat yang bantuannya terhapus atau datanya tidak sesuai, masih bisa melakukan sanggahan melalui operator desa setempat. Kami harap warga proaktif melapor agar data segera diperbaiki dan bantuannya bisa diusulkan cair kembali," kata Luluk Kusuma Agung Ariadi.

Dinas Sosial Kabupaten Blora mencatat hingga saat ini sudah ada sekitar 300 warga yang mengajukan proses sanggahan untuk perbaikan data penerima bansos.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut