Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Nakes RSUD Tasikmalaya Hujat Pasien BPJS di Medsos, KDM Desak Sanksi Tegas
Advertisement . Scroll to see content

Takut, Tangan Anak Korban Bullying di Purworejo Sempat Dingin saat Pertama Sekolah

Kamis, 27 Februari 2020 - 18:15:00 WIB
Takut, Tangan Anak Korban Bullying di Purworejo Sempat Dingin saat Pertama Sekolah
Korban perundungan kembali bersekolah di SMPN 13 Purworejo (Foto: iNews/Hartoyo)
Advertisement . Scroll to see content

SMPN 13 dipilih keluarga CA karena jaraknya yang paling dekat dengan rumahnya di Kecamatan Butuh. Siswi korban perundungan ini masuk sekolah inklusi karena menderita slow learner (keterlambatan berfikir).

Sebelumnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, atas masukan pakar dan tim assessment serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB), siswi korban bullying dibebaskan memilih sekolah yang diinginkannya. Tempatnya pun bukan di sekolah luar biasa (SLB).

"Pakar meminta korban (disekolahkan) di sekolah negeri, sehingga mendorong korban jadi senang, bahagia," kata Ganjar dikutip situs resmi Pemprov Jateng, Selasa (25/2/2020).

Kata Ganjar, para pengajar ditantang menerapkan sistem sekolah inklusi. Tak hanya pengajar, murid di sekolah pun diminta ikut sistem tersebut.

"Ini menjadi momentum, laboratorium untuk menyiapkan inklusi semuanya, guru, pendamping, siswa, kawan, murid, menuju inklusivitas. Kami ajak anak-anak tidak lagi mem-bully," ucapnya.

Editor: Nani Suherni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut