Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Kakek Curi Tiang Rambu Dishub di Surabaya, Ditangkap usai Buron ke Lamongan
Advertisement . Scroll to see content

Terbongkarnya Mayat Bocah 7 Tahun Disimpan 4 Bulan, Berawal Kecurigaan Kakek Korban

Rabu, 19 Mei 2021 - 07:29:00 WIB
Terbongkarnya Mayat Bocah 7 Tahun Disimpan 4 Bulan, Berawal Kecurigaan Kakek Korban
Kakek Sutarno saat memberikan kesaksian terkait penemuan jenazah cucunya, Aisyah Latifatul. (iNews/Didik Dono)
Advertisement . Scroll to see content

Bersama aparat desa dan aparat Polsek Bejen, akhirnya ditemukan korban ternyata selama ini disembunyikan di dalam kamar tidur. Diduga korban telah meninggal selama 4 bulan.

“Saya nggak ketemu (Aisyah) selama 4 bulan. Saya curiga itu setelah bulan Syawal itu, dia silaturahmi. Setelah saya tahu saudaranya ke tempat saya mencari cucu saya tapi kok nggak ada. Itu membuat saya curiga katanya kakaknya di rumah itu ga ketemu lama. Lama ngga dengar suaranya,” kata Sutarno, Selasa (18/5/2021) malam. 

“Dengan demikian saya marah, dua anak saya ini kan dipengaruhi oleh dua orang (dukun) ini. Untuk anak saya (orang tua korban) saya minta jangan terlalu berat hukumannya karena terpengaruh pada dua orang ini. Sebab dulunya jujur kok,setelah dipengaruhi dua orang dukun ini lalu nggak jujur. Karena itu saya minta dukun ini dihukum seberat-beratnya, seumur hidup,” katanya.

Sementara aparat Satreskrim Polres Temanggung Masih menyelidiki kasus temuan mayat gadis kecil yang disimpan di dalam kamar rumahnya selama 4 bulan. Empat orang telah diamankan dan masih memeriksa beberapa saksi.

Diduga kuat korban meninggal saat dilakukan ritual untuk meghilangkan makhluk gaib berupa genderuwo yang masuk ke korban.Sehingga membuat korban nakal dan dapat membuat malapetaka di desa. 

Ritual dilakukan dengan cara mencelupkan korban ke dalam air kolam beberapa kali. Namun  untuk memastikan penyebab pasti korban meninggal, polisi masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh Dokkes Polda Jawa Tengah.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut