Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pacu Jawi Minangkabau, Adu Ketangkasan Joki dan Kecepatan Sapi di Sawah Berlumpur
Advertisement . Scroll to see content

Tradisi Saparan di Lereng Merbabu, Warga Open House dan Tamu Wajib Makan

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:15:00 WIB
Tradisi Saparan di Lereng Merbabu, Warga Open House dan Tamu Wajib Makan
Tradisi Saparan di Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus dilestarikan sebagai bagian dari Merti Dusun. (Foto: iNews Joglo Semar/ Taufik Budi).
Advertisement . Scroll to see content

Menurutnya, menjamu tamu dalam jumlah besar merupakan bagian dari filosofi Saparan sebagai pesta desa setelah rangkaian kegiatan bersih desa selesai dilaksanakan.

“Kalau Saparan itu kegiatannya yang penting, filosofi awalnya adalah setelah bersih desa kita berpesta desa. Tadi sudah bersih makam, bersih sungai, itu bersih desa. Bersyukur itu mengundang saudara, teman, sahabat untuk berkumpul bersama,” ujar perempuan yang juga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang itu.

Menurutnya, tamu yang datang tidak cukup hanya menikmati kudapan. Mereka juga harus menikmati hidangan utama yang telah disiapkan. “Harus makan besar,” katanya.

Selain hidangan utama, terdapat dua makanan yang selalu hadir dalam tradisi Saparan, yakni jadah dan wajik atau jenang. Kedua makanan berbahan dasar ketan tersebut memiliki makna filosofis bagi masyarakat setempat.

Dia menjelaskan, jadah melambangkan perekat antarsesama, sedangkan perpaduan warna putih pada jadah dan warna gelap pada wajik menggambarkan persatuan dalam keberagaman.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut