Tradisi Saparan di Lereng Merbabu, Warga Open House dan Tamu Wajib Makan
Dia menyebut, konsep Saparan mirip dengan open house. Seluruh rumah warga terbuka bagi tamu yang datang, dan setiap tamu dipastikan menikmati hidangan sebelum pulang.
“Open house. Banyak tamu. Dan wajib makan,” kata Gunawan.
Menu yang disajikan di setiap rumah berbeda-beda sesuai kemampuan masing-masing keluarga. Namun, seluruh warga memiliki semangat yang sama, yakni memberikan jamuan terbaik kepada tamu.
“Setiap rumah beda-beda. Tapi rata-rata kalau kita ngomong sekarang ini adalah MBG (makan bergizi gratis) swadaya. Ini jelas makanan bergizi gratis bener-bener,” ujarnya.
Jumlah tamu yang datang pun tidak sedikit. Gunawan memperkirakan rumahnya dikunjungi lebih dari 400 orang, sementara secara keseluruhan jumlah tamu yang hadir di Dusun Wates mencapai ratusan hingga ribuan orang.
“Ya 400-an lebih lah. Di tempat saya tamu-tamu biasa berkunjung sampai dini hari nanti,” katanya.
Bagi masyarakat Dusun Wates, Saparan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan warisan budaya yang terus dijaga. Melalui kegiatan membersihkan lingkungan, menjamu tamu, makan bersama, hingga menyajikan jadah dan wajik, warga berupaya mempertahankan nilai kebersamaan, persatuan, dan rasa syukur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Editor: Kurnia Illahi