Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pilot dan Kru Helikopter AW-169 Salurkan 145 Mushaf Alquran untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Advertisement . Scroll to see content

Ajaib, Perempuan Tunanetra Ini Hafal Alquran Meski Tak Pernah Mengenyam Pendidikan Formal

Jumat, 14 Oktober 2022 - 10:35:00 WIB
Ajaib, Perempuan Tunanetra Ini Hafal Alquran Meski Tak Pernah Mengenyam Pendidikan Formal
Maimunah (22), perempuan tunanetra di Jember mampu menghafal Alquran meski tak pernah mengenyam pendidikan formal. (Foto: Bambang Sugiarto)
Advertisement . Scroll to see content

JEMBER, iNews.id - Maimunah (22), seorang perempuan tunanetra di Jember mampu menghafal Alqruan dengan suara yang indah dan merdu. Ajaibnya, dia bisa menghafal Alquran tanpa pernah mengenyam pendidikan formal.

Kemampuan itu diperoleh Maimunah hanya bermodal ikut pengajian rutin di musala dekat tempat tinggalnya di Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi.

Untuk mencapai kediaman Maimunah tidak mudah. Warga harus melewati jalur setapak sepanjang satu kilometer melintasi perbukitan yang terjal. 

Akan tetapi, lelah terbayar ketika tiba di rumah Maimunah. Pasalnya, Mainumah yang tinggal berdua dengan ibunya lantaran sang ayah telah meninggal langsung mengeluarkan senyum dan menyapa para tamu dengan akrab.

Suasana semakin menenangkan saat Maimunah melantunkan ayat-ayat Alquran.

Dia mengaku belajar membaca Alquran hanya dengan mendengar lantunan ayat suci yang dibacakan guru mengajinya sejak 2006 lalu. Dia belajar di sebuah musala di desanya tanpa menggunakan alat bantu membaca atau braille maupun handphone.

"Belajarnya sejak tahun 2006 di musala biasa. Bisa hafal dari mendengarkan," kata Maimunah, Kamis (13/10/2022).

Ayat demi ayat yang dia dengar dari guru mengajinya kemudian diresapi hingga dirinya bisa menghafal Alquran.

Dia mengaku memiliki cita-cita untuk menjadi hafizah dan mengikuti lomba membaca Alquran. Namun karena ketiadaan ekonomi membuat keinginannya itu hanya sebatas angan-angan.

"Belum pernah ikut lomba, punya keinginan tapi mau gimana. Setiap hari kalau ngaji diantar sama ibu. Cita-citanya ingin membanggakan ibu dan keluarga, mau jadi hafizah," ucap Maimunah.

Sementara itu, ibu Maimunah, Marliyem, mengatakan penglihatan sang anak sudah kabur sejak lahir. Dia menyebut Maimunah tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah karena terimpit ekonomi.

Sebagai gantinya, Maimunah hanya diarahkan untuk belajar mengaji di musala di dekat tempat tinggalnya.

Marliyem sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh serabutan yang harus memenuhi kebutuhan ketiga anaknya, termasuk Maimunah.

"Sejak lahir sudah tunanetra, dia anak terakhir dari tiga bersaudara. Senang dia bisa hafal Alquran. Dari kecil emang senang ngaji di langgar," ucap Marliyem.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut