Banjir Lahar Semeru Terjang Perbatasan Malang-Lumajang, Tanggul Jebol dan Penambang Pasir Kabur
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Agastya Rajendra, mengatakan hujan dengan intensitas bervariasi mengguyur kawasan Gunung Semeru selama periode pemantauan sejak Minggu malam hingga Senin pagi.
"Pada periode pukul 00.00–06.00 WIB, alat pemantauan merekam getaran banjir selama 6 jam dengan amplitudo maksimum 65 mm. Gunung Semeru masih berstatus level III (siaga)," kata Agastya Rajendra, dalam keterangannya.
Dia mengingatkan masyarakat terhadap ancaman material vulkanik yang terbawa aliran air hujan dan dapat memicu banjir lahar dingin. Ancaman tersebut terutama mengintai sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru, yakni Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.
"Penambang pasir dan masyarakat di aliran sungai yang berpotensi dilalui lahar diimbau segera menghentikan aktivitas dan menjauh dari alur serta bantaran sungai menuju tempat aman," ucapnya.
PVMBG juga meminta masyarakat mematuhi zona larangan aktivitas di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru. Hal ini untuk mengantisipasi potensi perluasan dampak awan panas dan lahar dingin.
"Masyarakat diminta mematuhi zona larangan aktivitas, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, area hingga 500 meter dari tepi sungai harus dikosongkan dari aktivitas karena potensi perluasan awan panas dan lahar hingga 17 kilometer dari puncak," katanya.
Editor: Kurnia Illahi