Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Massa PSHT Kepung Polrestabes Surabaya, Desak Seluruh Debt Collector Ditangkap!
Advertisement . Scroll to see content

Demo PSHT di Markas Debt Collector Surabaya Ricuh, Massa Lempar Batu ke Petugas

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:33:00 WIB
Demo PSHT di Markas Debt Collector Surabaya Ricuh, Massa Lempar Batu ke Petugas
Massa pesilat PSHT terlibat saling dorong dengan petugas saat berunjuk rasa di depan markas debt collector Surabaya. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.idAksi demonstrasi massa kelompok pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di markas debt collector Jalan Kartini, Surabaya, Jawa Timur, berujung ricuh, Jumat (31/7/2026). Massa nekat mencoba menerobos barikade ketat aparat kepolisian dan TNI demi bisa mendatangi markas kelompok penagih utang (debt collector) Maluku 1 Rasa (M1R) di Jalan Teuku Umar.

Aksi saling dorong tak terhindarkan saat rombongan massa memaksakan diri masuk ke kawasan permukiman tersebut.

Insiden ini merupakan buntut dari bentrokan fisik yang terjadi beberapa waktu sebelumnya antara oknum debt collector dan anggota pesilat yang mengakibatkan korban luka-luka hingga harus dirawat di rumah sakit. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, ketegangan meningkat ketika barisan massa berupaya menembus batas pengamanan yang disiagakan petugas gabungan TNI-Polri. 

Di tengah aksi saling dorong, sejumlah oknum massa melemparkan botol bekas hingga batu ke arah aparat penegak hukum yang berjaga. Beruntung, lemparan benda tumpul tersebut berhasil dihalau menggunakan tameng pengaman sehingga tidak melukai petugas di lapangan. 

Situasi panas tersebut akhirnya berhasil diredam dan dikondisikan oleh jajaran personel gabungan Polrestabes Surabaya dan TNI.

Aparat Siaga Ketat di Lokasi Kejadian

Hingga Jumat sore, ribuan massa pesilat dilaporkan masih bertahan dan berkumpul di sekitar Jalan Kartini Surabaya.

Aparat kepolisian dan TNI terus menyiagakan personel berpakaian APD/tameng lengkap guna mengantisipasi pergerakan susulan serta menjaga keamanan warga pemukiman sekitar.

"Massa sempat memaksa masuk dan menerobos barikade petugas menuju Jalan Teuku Umar. Terjadi pelemparan botol dan batu, namun situasi berhasil dikendalikan oleh aparat gabungan TNI-Polri yang bersiaga," ujar petugas pengamanan.

Petugas mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menyerahkan seluruh proses hukum atas kasus penganiayaan tersebut kepada petugas.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut