Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Eksekusi Lahan 1.000 Meter di Makassar Ricuh, Petugas Dihujani Batu hingga Busur!
Advertisement . Scroll to see content

Detik-Detik Turnamen Sepak Bola Bupati Pasuruan Cup Ricuh, Wasit Dikeroyok Suporter

Selasa, 15 September 2026 - 20:13:00 WIB
Detik-Detik Turnamen Sepak Bola Bupati Pasuruan Cup Ricuh, Wasit Dikeroyok Suporter
Turnamen sepak bola Piala Bupati Sidoarjo berujung ricuh. Wasit menjadi sasaran amukan pemain dan penonton. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

PASURUAN, iNews.idTurnamen sepak bola antar-kecamatan memperebutkan Piala Bupati Pasuruan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berakhir ricuh

Ratusan suporter mengamuk dan mengeroyok wasit yang memimpin pertandingan tepat setelah peluit panjang tanda berakhirnya laga dibunyikan.

Kericuhan ini terjadi pada babak penyisihan turnamen Bupati Pasuruan Cup yang mempertemukan tim Kecamatan Lekok (Lekok FC) melawan tim tuan rumah Kecamatan Rembang (Rembang FC) di Lapangan Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang. 

Penyerangan bermula saat ratusan suporter Lekok FC melempar botol kemasan ke arah wasit di tengah lapangan. Tak puas, massa menyerbu masuk ke area pertandingan dan mengeroyok sang pengadil hingga ke tepi lapangan.

Aparat keamanan dari Polsek Rembang dan Polres Pasuruan yang bersiaga di lokasi sempat kewalahan meredam emosi massa. Ironisnya, aksi anarkis ini terjadi meski Lekok FC berhasil memenangi laga dengan skor 1-0 atas Rembang FC dan mengunci tiket ke babak 8 besar. 

Pengeroyokan diduga dipicu oleh rasa kecewa suporter Lekok FC yang menilai kepemimpinan wasit selama pertandingan lebih memihak kepada tim tuan rumah. 

"Aksi penganiayaan terhadap wasit seperti ini sangat tidak perlu terjadi di ajang pembinaan lokal. Kami prihatin dan meminta Panitia Pelaksana (Panpel) memberikan sanksi tegas,,” kata mantan Sekjen Sakera Mania, Hendry Londo, Selasa (15/9/2026). 

Kecaman serupa juga disampaikan mantan pemain Persekabpas Pasuruan, Khasan Sholeh. Dia menyayangkan turnamen tahunan yang dirancang untuk menjaring bibit muda Persekabpas justru ternoda oleh aksi kekerasan suporter.

Akibat pengeroyokan massal tersebut, wasit pertandingan mengalami sejumlah luka memar di bagian tubuh dan harus dievakuasi petugas untuk mendapatkan penanganan medis. 

Turnamen tahunan yang diikuti 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan ini kini dalam evaluasi ketat panitia serta kepolisian setempat.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut