Identitas 2 Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso, asal Surabaya
SURABAYA, iNews.id - Pencarian terhadap dua pendaki Gunung Piramid di Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur masih dilakukan, Selasa (4/8/2026). Keduanya mendaki sejak Minggu (2/8/2026).
Kedua pendaki tersebut bernama Maliya Finda (51) dan Irfan Nasrul Laili (35), asal Surabaya. Keduanya mendaki bersama seorang pemandu asal Bondowoso.
Peristiwa bermula pada Minggu (2/8/2026) pukul 07.00 WIB. Sebelum mendaki, kedua pendaki menitipkan sepeda motor Yamaha NMax berwarna merah kepada warga di kawasan lereng Gunung Piramid.
Kekhawatiran muncul setelah hingga dua hari kemudian kendaraan tersebut belum juga diambil. Padahal, pendakian Gunung Piramid umumnya dapat diselesaikan dalam waktu beberapa jam.
"Kedua pendaki asal Surabaya itu sampai Selasa 4 Agustus 2026 belum mengambil kendaraan motor yang dititipkan sehingga menimbulkan kekhawatiran," ujar Yanuar, warga lereng Gunung Piramid.
Laporan warga kemudian diteruskan kepada Tim Rescue Pos SAR Jember. Tim diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 08.17 WIB untuk bergabung dengan unsur SAR gabungan dalam operasi pencarian.
Hasil koordinasi dengan Muspika Kecamatan Curahdami menunjukkan dugaan sementara kedua pendaki mengalami salah jalur saat berada di kawasan Gunung Piramid sehingga kehilangan arah.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa mengatakan, langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan hilangnya kedua pendaki.
"Setelah menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Jember langsung kami kerahkan menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan," kata I Made Oka Astawa dikutip dari iNews Surabaya.
Dia memastikan, seluruh sumber daya yang tersedia akan dimaksimalkan untuk mempercepat pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
"Kami akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia serta melakukan penyisiran sesuai rencana operasi dengan tetap mengutamakan keselamatan personel," ucapnya.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Jember, BPBD, TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan Curahdami, PMI Kabupaten Bondowoso, APGI, relawan, dan unsur potensi SAR lainnya.
Selain personel, tim juga membawa berbagai peralatan pendukung, mulai dari kendaraan operasional, perlengkapan jungle rescue, peralatan pendakian, perlengkapan medis, hingga perangkat komunikasi.
Hingga berita ini diterbitkan, kedua pendaki asal Surabaya tersebut masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah jalur pendakian dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang dilaporkan cerah berawan.
Editor: Kurnia Illahi