Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penyelidikan Penyebab Karhutla Gunung Semeru Terkendala Titik Api Belum Padam
Advertisement . Scroll to see content

Karhutla Semeru Hari ke-9, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Lereng Gunung

Kamis, 03 September 2026 - 11:56:00 WIB
Karhutla Semeru Hari ke-9, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Lereng Gunung
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi menyebut polisi mulai menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Semeru. (Foto: iNews TV/YAYAN NUGROHO)
Advertisement . Scroll to see content

"Tapi sampai saat ini belum ditemukan adanya dugaan tindak pidana pembakaran, namun setelah api padam biasanya kita melakukan laboratorium forensik bersama teman-teman Inafis di mana titik rawan yang diduga human eror ataupun tindak pidana pembakaran," ujar AKBP Riki, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, proses pemeriksaan secara menyeluruh membutuhkan kondisi lokasi yang aman agar petugas dapat melakukan olah tempat kejadian secara maksimal.

Sementara itu, upaya pemadaman melalui udara kembali dilakukan setelah satu unit helikopter milik BPBD Jatim kembali dioperasikan untuk membantu penanganan kebakaran di kawasan Gunung Semeru. Helikopter tersebut digunakan untuk melakukan pengeboman air atau water bombing, terutama pada titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Sebelumnya, helikopter sempat dialihkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan.

Hingga kini, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api sekaligus memantau di sejumlah lokasi. Penyekatan juga terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyebar.

Polisi memastikan penyelidikan penyebab karhutla akan terus berjalan setelah kondisi lapangan memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut