Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Video Pengasuh di Palembang Diduga Aniaya dan Tampar Balita gegara Tak Mau Makan
Advertisement . Scroll to see content

Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Aniaya Siswa, Orang Tua Demo ke Sekolah

Jumat, 25 September 2026 - 14:17:00 WIB
Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Aniaya Siswa, Orang Tua Demo ke Sekolah
Siswa SMPN 18 Kota Malang mogok belajar buntut penamparan oleh kepala sekolah. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Dunia pendidikan Kota Malang dihebohkan oleh dugaan aksi kekerasan oleh oknum Kepala Sekolah (Kesek) SMP Negeri 18 Kota Malang terhadap sejumlah siswanya, Kamis (24/9/2026). Aksi penganiayaan tersebut ditengarai akibat masalah atribut seragam sekolah.

Kejadian berawal dari perubahan aturan pakaian seragam hari Kamis yang mendadak. Aturan yang semula mewajibkan penggunaan baju adat atau batik luar sekolah, secara tiba-tiba diubah menjadi kewajiban mengenakan baju lurik.

Pemberitahuan yang mendadak membuat sejumlah siswa belum sempat mengenakan pakaian tersebut lantaran seragamnya masih dalam proses penjahitan. 

Tanpa toleransi, oknum kepala sekolah tersebut melakukan penertiban dan diduga melakukan penganiayaan fisik kepada beberapa siswa yang tidak berseragam lurik.

Aksi tersebut terekam ponsel siswa dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat oknum kepsek menampar dan memukul bagian pipi serta wajah para siswa. Tak hanya kekerasan fisik, oknum kepsek juga merendahkan siswanya dengan lontaran kalimat, "Kamu gak punya uang a?"

Dampak penganiayaan tersebut menyebabkan beberapa murid mengalami luka-luka fisik serius seperti lebam, berdarah, hingga telinga bernanah. Tragisnya, salah satu korban kekerasan diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus (siswa inklusi).

"Iya ini masih kami datangi ke sekolahan, kami klarifikasi," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, Jumat (25/9/2026).

Siswa Mogok Belajar

Buntut dari insiden tersebut, gelombang kecaman keras meluap pada Jumat (25/9/2026) pagi. Puluhan orang tua dan wali murid mendatangi sekolah untuk menuntut pertanggungjawaban.

Di saat bersamaan, para siswa SMPN 18 Kota Malang menggelar aksi demonstrasi dan aksi mogok sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) lumpuh total.

Disdikbud Kota Malang memastikan penanganan kasus ini berjalan cepat dan transparan guna mengusut tuntas fakta dugaan penganiayaan serta menjamin perlindungan hak dan keamanan seluruh siswa.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut