Kisah Bisikan Ulama Buat Raja Mataram Berbalik Arah Serangan
Apalagi dahulu golongan pemuka agama pernah dihajar dan dihabisi oleh Sultan Mataram itu. Maka mereka bangkit berlandaskan pesan terakhir Sultan Agung, ayah Sultan Amangkurat I. Awalnya sang penguasa Mataram itu tak menghiraukannya. Namun karena dua peristiwa yang membuatnya ketakutan, akhirnya sang penguasa Mataram itu mau tunduk ke bisikan para pemuka agama.
Bahkan sang sultan karena ketakutannya mengalami penyakit meminta doa ke para pemuka agama. Agaknya hal ini cukup aneh dipandang orang lain kelakuan Sultan Mataram ini.
Dia pun bersumpah akan melancarkan perang ke timur yakni Blambangan, dan berjanji akan membina hubungan yang menyenangkan bagi orang - orang Banten, demi memelihara nama baiknya.
Para pemuka agama menyatakan kesediaan berdoa bagi raja dan menyembuhkannya dari penyakitnya dalam waktu sepuluh hari. Sejak itu Pangeran Purbaya amat dihormati oleh kemenakannya, dipandang sebagai orang keramat oleh raja segera memulai perang terhadap timur yakni Blambangan.
Sejak itu hubungan antara Banten dan Mataram memang nyata bertambah baik, tetapi tidak ada berita bahwa akan di- lancarkan ekspedisi besar-besaran terhadap Blambangan. Sebaliknya, kompeni Belandalah yang pertama-tama harus merasakan akibat-akibat kurang menyenangkan dari hubungan yang lebih baik antara kedua belah pihak itu.
Editor: Nani Suherni