Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dramatis! Jenazah Korban Helikopter Jatuh Dievakuasi dengan Heli Caracal TNI AU
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Soerjadi Soerjadarma, dari Navigator Belanda, Polisi Jepang hingga Jadi Panglima TNI Pertama dari AU

Kamis, 25 November 2021 - 19:31:00 WIB
Kisah Soerjadi Soerjadarma, dari Navigator Belanda, Polisi Jepang hingga Jadi Panglima TNI Pertama dari AU
Soerjadi Soerjadarma, Panglima TNI pertama dari Angkatan Udara (AU). (Foto: Arsip Nasional RI)
Advertisement . Scroll to see content

Dia kemudian ditempatkan di Satuan Angkatan Darat Belanda di Nijmigen, Negeri Belanda sebelum dipindahkan ke Batalion I Infanteri di Magelang sampai November 1936, satu bulan setelahnya. Karena telah menjadi perwira dengan pangkat Letnan Dua, Soerjadarma bisa mendaftar sebagai Calon Kadet Penerbang.

Namun, setelah dua kali mengikuti tes, dia selalu gagal lantaran terserang malaria. Setelah tes ketiga, barulah dia berangkat ke Kalijati untuk mengikuti Sekolah Penerbang. 

Perjalanannya tidak mulus menjadi penerbang. Karena diskriminasi yang dilakukan Belanda, setelah lulus pada Juli 1938, Soerjadarma tidak kunjung mendapat brevet penerbang yang seharusnya menjadi haknya usai menyelesaikan pendidikan. 

Meskipun teman sekamarnya telah tiga kali mengajukan nama Soerjadarma untuk melakukan check ride, tetap ditolak. Selama itu, dia hanya diperbolehkan untuk mengikuti ujian sebagai navigator.

Soerjadarma kemudian mengikuti pendidikan di Sekolah Pengintai pada Juli 1938. Setahun kemudian, dia pun ditugaskan sebagai navigator Kesatuan Pembom (Vliegtuiggroep) Glenn Martin di Andir, Bandung. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut