Kisah Sunan Ampel, Wali Songo yang Bawa Islam dan Budaya Campa ke Jawa Timur
Panggilan terhadap kerabat juga ikut berubah berkat pengaruh budaya Campa. Sebutan “raka” yang dulu digunakan berubah menjadi “kak” atau “kang”.
Sementara istilah “rayi” untuk adik digantikan dengan “adhy”, yang lebih akrab di telinga masyarakat Jawa Timur saat ini. Anak kecil pun kini akrab disebut “kachong” atau “kachoa”, bukan lagi “rare”.
Sunan Ampel dikenal dengan pendekatan dakwah yang santun dan sufistik, tidak menghapus budaya lokal, tapi menyelaraskannya dengan ajaran Islam.
Masyarakat Campa memiliki kepercayaan khas, seperti memperhatikan jumlah suara tokek, pantangan mengambil padi saat siang hari, hingga menyebut harimau dengan sebutan “Yang” atau “Ong” sebagai bentuk penghormatan.
Keyakinan terhadap makhluk halus juga mengalami pergeseran. Dari kepercayaan Majapahit seperti yaksha dan gandarwa, bergeser ke wewe, pocong, jin Islam, hingga arwah penasaran—semua ini menjadi bagian dari kepercayaan lokal yang bercampur dengan budaya Campa.