Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Belasan Siswa dan Kepala SDN di Bener Meriah Mual hingga Sesak Napas Usai Santap MBG
Advertisement . Scroll to see content

Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Dirawat, Gubernur Khofifah Minta SPPG Berbenah

Kamis, 03 September 2026 - 12:16:00 WIB
Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Dirawat, Gubernur Khofifah Minta SPPG Berbenah
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kondisi korban keracunan MBG yang dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9/2026) pagi. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

SIDOARJO, iNews.id - Dua hari setelah kasus keracunanMakan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), puluhan korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Para korban kini mulai membaik dan sebagian di antaranya telah diizinkan pulang untuk menjalani rawat jalan.

Gubernur JatimKhofifah Indar Parawansa meninjau langsung kondisi korban yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9/2026) pagi. Dalam kunjungan tersebut, Khofifah sempat berdialog dengan para korban dan orang tua mereka.

Sedikitnya, terdapat 27 korban keracunan MBG yang masih menjalani rawat inap di RS Siti Hajar. Dari jumlah tersebut, 24 korban telah diizinkan pulang untuk melanjutkan perawatan secara rawat jalan.

Khofifah mengatakan, kondisi korban yang masih dirawat secara umum sudah membaik. Dia juga meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi MBG melakukan evaluasi dan pembenahan, terutama dalam proses pengiriman makanan kepada penerima manfaat.

Menurutnya, keterlambatan pengiriman diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penerima manfaat terlambat mengonsumsi MBG.

"Yang saya tanya ke dokter apa indikasinya, oh mual lalu pusing. Yang saya tanya kepada semua pasien, mual dan pusing sudah tidak ada berarti KRS sudah bisa pulang," ujar Khofifah.  

Kasus keracunan MBG di Tanggulangin, Sidoarjo, tercatat berdampak terhadap 566 orang. Pemerintah daerah masih melakukan penanganan dan pemantauan terhadap seluruh korban.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, hingga Kamis siang masih terdapat 88 korban yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.

Jumlah tersebut masih dapat berubah karena sebagian korban yang kondisinya membaik dijadwalkan dipulangkan pada Kamis sore. Pemerintah juga terus mengevaluasi penyebab kejadian untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut