Percepat Layanan Kesehatan Warga Surabaya hanya dengan KTP, Wali Kota Temui BPJS
"Mudah-mudahan secepatnya tidak ada lagi masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Ke depan hanya dengan KTP, warga langsung dapat pelayanan kesehatan. Pelayanan tidak akan berhenti," katanya.
Bahkan, Eri menyebut pelayanan kesehatan seperti ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu saja. Apabila ada warga yang mampu, namun tidak bisa membayar BPJS Kesehatan karena suatu musibah, maka biaya rumah sakit akan diambil alih dari mandiri menjadi beban pemerintah daerah.
"Untuk semua kalangan kita melihatnya kegotong-royongan. Misalnya ada salah satu pasien yang memiliki penyakit berat seperti kanker kemudian tidak sanggup membayar mandiri, maka pemkot akan mengambil alih pembayarannya melalui BPJS," katanya.
Dalam pertemuan itu, Eri memastikan bagi warga yang sudah memegang kartu BPJS dan sudah terdaftar di salah satu fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Ke depan, diupayakan pasien dapat dirujuk di puskesmas mana pun yang tersebar se-Surabaya.
"Jadi all akses di puskesmas mana pun bisa. Lalu nanti juga ada aplikasi untuk masyarakat, jadi disiapkan bagi pasien yang gejala ringan. Jadi, dia bisa menghubungi dokter untuk minta rekomendasi obat apa saja yang harus dikonsumsi supaya tidak salah obat," katanya.