Petani Melon Bojonegoro Terancam Gagal Panen akibat Hama dan Cuaca Tak Menentu
Salah satu petani melon, Dasuki mengatakan, akibat kondisi ini, petani mengalami kerugain besar hingga mencapai puluhan juta rupiah. Selama ini, petani sudah mengeluarkan modal yang besar untuk biaya pemupukan serta perawatan.
"Hama ini memang ganas, bikin daun kering. Bakal buah juga jadi layu," katanya, Kamis (3/9/2020).
Dia menambahkan, hasil panen hampir dipastikan turun drastis ebih dari 60 persen dibanding musim sebelumnya. Jika dalam kondisi normal, sepetak lahan berukuran 200 meter persegi mampu menghasilkan rata-rata 3 ton buah melon, maka kini diperkirakan hanya mampu menghasilkan tak lebih dari satu ton.
Kualitas buah yang dihasilkan juga berdampak pada harga jual buah melon di tingkat petani.
Kini para petani berharap, selama sisa waktu ini tanaman yang telah dirawat selama lebih dari satu bulan ini mampu bertahan. Sehingga masih ada sisa buah untuk dipanen.
Editor: Umaya Khusniah