Polisi Bongkar Fakta Baru Bentrok Warga dan Massa Pesilat di Jombang, 2 Orang Tewas
Menurutnya, kondisi Heru masih menjalani perawatan akibat pendarahan di kepala.
"Kondisi suami saya kini dirawat, ada pendarahan di kepala makanya mau dioperasi," katanya.
Sebelum acara perguruan silat digelar di Tambakberas, Polres Jombang mengaku telah membuat kesepakatan dengan panitia. Peserta yang hadir diminta tidak menggunakan kendaraan roda dua saat pulang-pergi.
Mereka diwajibkan menggunakan kendaraan roda empat secara berkelompok dan mendapat pengawalan pengurus perguruan. Namun, aturan tersebut diduga tidak sepenuhnya dipatuhi.
Polisi menyebut rombongan dari Jombang telah berangkat dan pulang dengan tertib. Namun, rombongan dari luar daerah seperti Lamongan dan Kediri justru berkonvoi menggunakan sepeda motor di jalan raya.
Akibatnya, bentrokan terjadi di sejumlah lokasi. Rombongan yang bergerak ke arah Kediri terlibat bentrok dengan warga di Kecamatan Gudo. Sementara rombongan yang menuju Lamongan terlibat bentrokan di Kecamatan Kabuh.
Polres Jombang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut. Polisi juga mendalami peran masing-masing pihak, baik dari kelompok massa konvoi maupun warga yang terlibat dalam benturan.
Sebelumnya, bentrokan di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, sempat membuat warga panik. Massa yang diduga berasal dari rombongan perguruan silat menyerang warga menggunakan batu, petasan, hingga botol kaca. Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah dan kendaraan warga mengalami kerusakan.
Editor: Donald Karouw