Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pria ODGJ Mengamuk Tenteng Pedang di Sragen, 3 Warga Terluka saat Evakuasi
Advertisement . Scroll to see content

Tiga Anak yang Disekap Ibunya Kini Tinggal Bersama Ayah Kandung

Rabu, 03 Januari 2018 - 19:53:00 WIB
Tiga Anak yang Disekap Ibunya Kini Tinggal Bersama Ayah Kandung
Kondisi rumah yang ditempati Alika, warga Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, tertutup rapat. (Foto: Koran Sindo/Yuswantoro)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Romli, perilaku mantan istrinya mulai banyak mengalami perubahan sejak mereka bercerai. Orangnya menjadi sangat pendiam dan tertutup. Pernah sekali dia menemukan Alika merusak plafon teras rumahnya dengan bambu tanpa alasan yang jelas. “Orangnya tidak pernah bercerita permasalahannya kepada siapapun. Kecurigaannya terhadap orang lain, termasuk kepada saya, sangat tinggi,” ungkapnya.

Kondisi ketertutupan Alika tersebut semakin memburuk dalam dua tahun terakhir. Bahkan, ketiga anaknya tidak lagi dibolehkan sekolah. Anak pertama seharusnya sudah duduk di kelas 1 SMP dan anak kedua kelas 4 SD. Sementara anak bungsunya semestinya sudah masuk taman kanak-kanak.

Seluruh isi rumah ditutup oleh Alika. Kondisi di dalam menjadi gelap gulita. Ketiga puterinya selalu diminta berada di rumah. “Kalaupun mereka keluar rumah pasti sama-sama. Jadi tidak disekap sebenarnya, hanya saja mereka ditempatkan di dalam rumah oleh mantan istri saya ini. Hanya bisa keluar rumah ketika bersama-sama,” ujar Romli.

Merasa khawatir dengan masa depan ketiga puterinya, akhirnya Romli melapor kepada perangkat Desa Sudimoro. Dibantu pihak Polsek Bululawang, Koramil Bululawang, dan pihak Kecamatan Bululawang, akhirnya ketiga putrinya bisa dibawa keluar rumah. Alika pun dibawa ke RSJ untuk mendapat perawatan kejiwaan.

Romli mengaku upaya untuk mengeluarkan anak-anaknya, Selasa, 2 Januari 2018 lalu tidak sulit. Dia datang dengan membawa roti untuk anak-anaknya. Setelah mantan istrinya membuka pintu, warga, polisi, tentara, dan perangkat desa yang membantu langsung masuk untuk membawa Alika keluar rumah.

Alika sempat marah kepada Romli, tetapi petugas dengan cepat memberikan obat penenang. Ketiga putri mereka juga sempat kaget dengan peristiwa itu. Bahkan, si sulung sempat menangis berjam-jam tanpa henti. “Perasaan saya lega dan senang ketika si bungsu bermain handphone milik saya sambil tertawa, lalu kakak-kakaknya juga ikut tertawa,” ungkapnya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut