Warga Nganjuk Tak Mau Mundur sebagai Penerima PKH meski Punya Mobil, Ini Alasannya
NGANJUK, iNews.id – Seorang warga Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) menolak mundur sebagai penerima bantuan pemerintah Program Keluarga Harapan (PKH) padahal sudah memiliki mobil dan perabot elektronik. Alasannya, dia sakit hati kepada perangkat desa dan pendamping PKH karena kerap menyindirnya supaya mundur.
Suma’ani (39) warga Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk ini dengan penuh percaya diri mengakui menerima program bantuan dari pemerintah PKH. Bahkan tanpa keberatan, Suma’ani bersedia menunjukkan mobil dengan nopol B 8782 DQ maupun perabotan rumah yang dimiliki.
“Awalnya saya mau mundur, tapi karena disindir-sindir terus dan sakit hati, makanya saya ga mundur,” katanya.
Baginya, cara komunikasi perangkat desa dan pendamping PKH menyuruhnya mundur menyakitkan hati. Namun, dia mengaku jika sudah ada komunikasi yang baik dari perangkat desa maupun pendamping program PKH, Suma’ani berjanji akan mengundurkan diri dengan senang hati.
“Sekarang saya belum ada kemauan, karena masih sakit hati,” katanya, Kamis (21/5/2020).