Wow, Mahasiswa di Malang Ciptakan Alat Deteksi Kebakaran Hutan Berbasis Internet
"Nantinya, pesan yang dikirim melalui gawai akan memuat lokasi akurat dari peristiwa kebakaran," katanya.
Sementara untuk sistem kelistrikan, FSF masih mengandalkan listrik dari luar sehingga belum memiliki daya sendiri. Hal ini karena alat ini membutuhkan daya yang terbilang kecil sehingga cukup dipasang pada power bank untuk menjalankannya.
Alat ini sendiri disebutnya telah dipamerkan di Industrial Engineering Expo (IEE) pada Januari lalu ini mendapat banyak pujian.
“Pada awalnya kami mau menggunakan panel surya, namun karena kurangnya budget dalam pembuatan sehingga kami memilih colokan USB yang cukup terjangkau,” ucapnya.
FSF tak hanya mendeteksi kebakaran hutan saja, tapi juga dapat difungsikan sebagai pendeteksi kebakaran di ruko atau permukiman padat penduduk. FSF akan mendeteksi kebocoran gas atau percikan api dari konsleting listrik sehingga penanganan kebakaran dapat segera dilakukan dan tidak membahayakan penduduk sekitar.
Ke depannya, Wildan dan tim akan mengganti fitur WiFi menjadi kartu GSM. Hal ini agar FSF dapat digunakan di hutan dan memiliki jangkauan sinyal yang lebih luas. Selain itu akan mengganti beberapa komponen sensor api dan gas agar jangkauan deteksi dapat lebih jauh.
“Untuk itu, inovasi FSF tak akan berhenti sampai di sini saja. Semoga kami dapat menambahkan fitur baru agar FSF dapat digunakan pada hutan yang rentan kebakaran,” ucapnya.
Editor: Donald Karouw