Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kabut Asap Karhutla di Pontianak Berstatus Bahaya, Kemenkes Ungkap Indeks Pencemaran Udara Tembus 328
Advertisement . Scroll to see content

Hujan Deras Guyur Pontianak Selama 2 Hari, Hapus Kabut Asap Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 - 13:25:00 WIB
Hujan Deras Guyur Pontianak Selama 2 Hari, Hapus Kabut Asap Karhutla
Hujan deras mengguyur Kota Pontianak selama dua hari hingga membuat kabut asap perlahan hilang berganti udara segar. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

PONTIANAK, iNews.id – Setelah hampir sebulan diteror kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, akhirnya bisa bernapas lega. Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah Kota Pontianak selama dua hari berturut-turut, sejak Jumat (4/9/2026) petang hingga Sabtu (5/9/2026) pagi. 

Turunnya hujan deras ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat sekaligus membantu membersihkan kualitas udara yang sebelumnya tercemar parah oleh polusi asap karhutla. 

Gumpalan kabut asap akibat karhutla diketahui telah menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat selama hampir satu bulan terakhir. Fenomena ini tak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga menurunkan kualitas udara ke tingkat tidak sehat serta mengancam kesehatan saluran pernapasan masyarakat. 

Intensitas hujan yang cukup tinggi selama dua hari terakhir membuat jalanan dan kawasan pemukiman yang sebelumnya kering kembali basah. Hal ini dinilai sangat efektif menekan sebaran titik api (hotspot) serta membersihkan partikel debu dan asap di udara. 

"Turunnya hujan ini tentu jadi kabar baik sekali buat kami, udara jadi terasa jauh lebih segar dari hari-hari sebelumnya yang penuh asap," ungkap salah seorang warga Pontianak, Winda Maulidya, Sabtu (5/9/2026).

Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Meski turunnya hujan membawa dampak positif yang signifikan, potensi ancaman karhutla dinilai masih perlu diwaspadai mengingat perubahan cuaca dan angin dapat terjadi sewaktu-waktu.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dan tidak memanfaatkan momentum ini untuk membuka lahan dengan cara dibakar. 

Masyarakat diminta bahu-membahu menjaga kawasan lahan gambut agar potensi kebakaran besar yang memicu kabut asap tidak kembali melanda wilayah Kalimantan Barat.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut