BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Kabut Asap di Kalteng
PALANGKA RAYA, iNews.id - Kabut asap masih menyelimuti Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu mendatangkan hujan.
Kondisi musim kemarau serta fenomena El Nino membuat lahan lebih kering sehingga penanganan di sejumlah titik menjadi lebih sulit.
Kabut asap yang muncul akibat karhutla juga berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat. Dampaknya dirasakan di sektor pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas penerbangan.
Satgas Karhutla terus melakukan penanganan melalui pemadaman dan pembasahan lahan oleh tim satgas darat. Namun, kondisi cuaca yang kering dan lahan yang mudah terbakar membuat kabut asap belum sepenuhnya mereda.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat mengunjungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana di Palangka Raya bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyiapkan sejumlah strategi untuk mempercepat penanganan karhutla dan mengurangi kabut asap di Kalteng.
Salah satunya dengan mengoperasikan pesawat dari Jakarta untuk mendukung OMC di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Pesawat OMC dari Kalimantan Selatan juga akan diperbantukan selama beberapa hari untuk membantu mendatangkan hujan di wilayah Kalteng.
"Ada dua pesawat yang mulai sore dan malam beroperasi mencari hujan untuk Provinsi Kalteng," ujar Suharyanto.
Sementara itu, satu pesawat OMC yang masih berada di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya akan dioperasikan apabila kondisi cuaca memungkinkan untuk dilakukan modifikasi.
Selain OMC, tiga pesawat water bombing yang saat ini beroperasi di Kotawaringin Barat, Sampit, dan Kalimantan Selatan juga akan dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah Pulang Pisau, Kalteng.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman dari udara dan darat sekaligus membantu mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalteng.
Editor: Kurnia Illahi