Gubernur Kalteng Soroti Sulitnya Akses dan Minim Sumber Air dalam Penanganan Karhutla Kobar
Agustiar menegaskan, pembangunan sumur bor tidak boleh dilakukan tanpa pemetaan kebutuhan. Lokasinya harus ditentukan berdasarkan titik-titik yang benar-benar membutuhkan dukungan sumber air.
“Sumur bor ini harus betul-betul di-mapping lokasinya. Sehingga bisa tepat peruntukannya,” tegasnya.
Menurut dia, keberadaan sumber air di lokasi strategis dapat memangkas waktu petugas dalam memperoleh pasokan air saat terjadi kebakaran. Dengan begitu, proses pemadaman diharapkan bisa dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.
Tak hanya persoalan pemadaman, Agustiar juga memastikan dukungan bagi personel yang bertugas. Ia meninjau dapur umum yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan logistik petugas di lapangan.
“Kesiapan tenaga kesehatan, sarana dan prasarana, peralatan pemadaman hingga logistik turut menjadi perhatian,” katanya.
Agustiar menekankan seluruh kebutuhan tersebut harus dipastikan tersedia selama operasi berlangsung. Sebab, penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada kecepatan memadamkan api, tetapi juga kesiapan personel yang berada di garis depan.
Ia meminta seluruh unsur tetap bekerja maksimal hingga kondisi karhutla di Kobar benar-benar terkendali.
Editor: Donald Karouw