Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Batu Kandung Kemih 2 Kg, Mengapa Kurang Minum dan Menahan Kencing Berakibat Fatal?
Advertisement . Scroll to see content

Inflasi Tembus 4,47 Persen, Pemprov Kalteng Diminta Perkuat Pengendalian Harga Pangan

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:32:00 WIB
Inflasi Tembus 4,47 Persen, Pemprov Kalteng Diminta Perkuat Pengendalian Harga Pangan
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026. (Foto: dok Pemprov Kalteng)
Advertisement . Scroll to see content

PALANGKA RAYA, iNews.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta memperkuat langkah pengendalian inflasi menyusul laju kenaikan harga yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year-on-year) Kalteng pada Juni 2026 mencapai 4,47 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan angka inflasi nasional yang berada di kisaran 3,34 persen.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 yang digelar secara virtual, Senin (13/7/2026). Gubernur Kalteng diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko yang mengikuti rapat dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng.

Selain membahas pengendalian inflasi, rapat juga menyoroti kenaikan harga ikan segar, perkembangan Sensus Ekonomi 2026, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3, hingga evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan bahwa tren inflasi nasional terus meningkat dalam tiga bulan terakhir. Inflasi tercatat naik dari 2,42 persen pada April menjadi 3,08 persen pada Mei, lalu kembali meningkat menjadi 3,34 persen pada Juni 2026.

“Kita harus berusaha agar inflasi tidak menyentuh batas atas 3,5 persen agar tidak memberatkan masyarakat. Penyumbang utama inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, tembakau, transportasi, serta peralatan pribadi seperti emas yang harganya fluktuatif,” ujarnya.

Dia menambahkan, inflasi bulanan (month-to-month) pada Juni 2026 juga meningkat menjadi 0,44 persen dibandingkan dengan Mei yang sebesar 0,28 persen.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga, di antaranya bawang merah, bawang putih, beras, wortel, hingga ikan segar. Bahkan minyak goreng mulai menunjukkan tren kenaikan harga.

Menurutnya, melonjaknya harga ikan segar dipicu kenaikan harga solar, serta kondisi cuaca yang kurang mendukung aktivitas nelayan. Secara nasional, komoditas ikan segar mengalami inflasi tahunan sebesar 8,87 persen di 36 provinsi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut