Kabut Asap Mulai Palangka Raya, 109 Karhutla Hanguskan 54,44 Hektare Lahan
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan, asap berasal dari kebakaran lahan di wilayah Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau.
“Kabut asap disebabkan maraknya karhutla di wilayah Palangka Raya dan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau yang menjadi daerah penyumbang asap ke wilayah Palangka Raya,” kata Heri Fauzi, Senin (27/7/2026).
Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, sebanyak 109 kejadian karhutla tercatat sejak penetapan Status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni hingga 26 Juli 2026. Total luas lahan yang terbakar dalam periode tersebut mencapai 54,44 hektare. Meningkatnya jumlah titik kebakaran membuat kabut asap mulai terlihat di kawasan perkotaan.
Petugas BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, relawan dan instansi terkait terus melakukan pemadaman di sejumlah titik api. Penanganan dilakukan di wilayah Kota Palangka Raya maupun Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.
Upaya pemadaman juga diperkuat melalui operasi pengeboman air atau water bombing menggunakan helikopter. Operasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pengendalian kebakaran dan menekan penyebaran asap ke kawasan permukiman.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin tebal. Penggunaan masker juga disarankan untuk mengurangi paparan partikel asap yang dapat mengganggu kesehatan.
Editor: Donald Karouw