Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Genjot PAD Tanpa Bebani Rakyat, Perindo Morowali Usulkan Sejumlah Terobosan
Advertisement . Scroll to see content

Kejar PAD Rp1 Miliar, Anggota DPRD Kotim Hendra Sia Dorong Penguatan Laboratorium

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:15:00 WIB
Kejar PAD Rp1 Miliar, Anggota DPRD Kotim Hendra Sia Dorong Penguatan Laboratorium
Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Hendra Sia. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

KOTIM, iNews.id - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, berpotensi memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp1 miliar per tahun dari layanan pengujian laboratorium lingkungan. Namun, keterbatasan peralatan membuat sejumlah perusahaan besar swasta (PBS) masih harus mengirim sampel ke luar daerah untuk diuji.

Anggota Komisi II DPRD Kotim Hendra Sia mendorong pemerintah daerah melengkapi fasilitas laboratorium lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Menurutnya, kebutuhan tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyusunan APBD 2027 agar pelayanan pengujian lingkungan dapat dikembangkan sekaligus membuka peluang peningkatan PAD.

“Kami mendorong pemerintah daerah untuk melengkapi sarana dan prasarana laboratorium DLH agar bisa meningkatkan PAD. Saat ini, kekurangan alat membutuhkan anggaran sekitar Rp2,3 miliar, sedangkan sarana dan prasarana sekitar Rp1 miliar. Jadi, totalnya Rp3,3 miliar,” ujar Hendra, Senin (26/10/2026).

Legislator Partai Perindo itu menjelaskan, peralatan laboratorium yang belum lengkap membuat DLH belum mampu melayani seluruh jenis pengujian sampel lingkungan, termasuk pemeriksaan kandungan logam. Akibatnya, perusahaan harus menggunakan jasa laboratorium di luar Kotim, bahkan hingga Pulau Jawa.

Padahal, menurut Hendra, terdapat sekitar 52 PBS aktif yang berpotensi memanfaatkan layanan laboratorium lingkungan di daerah tersebut. Dengan asumsi biaya pengujian Rp20 juta per perusahaan, potensi penerimaan daerah diperkirakan mencapai Rp1 miliar per tahun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut