Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Wapres Gibran Malam-Malam Tinjau Karhutla di Kubu Raya Kalbar
Advertisement . Scroll to see content

Kualitas Udara di Sampit Kategori Berbahaya Dampak Karhutla, ISPU Tembus 1.142 Terburuk di Indonesia

Jumat, 11 September 2026 - 15:06:00 WIB
Kualitas Udara di Sampit Kategori Berbahaya Dampak Karhutla, ISPU Tembus 1.142 Terburuk di Indonesia
Kualitas udara di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, masuk kategori berbahaya dengan ISPU mencapai 1.142 akibat asap karhutla. (Foto: iNews TV/NORMANSYAH)
Advertisement . Scroll to see content

SAMPIT, iNews.idKualitas udara di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memburuk akibat kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data terbaru Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sampit mencatat angka tertinggi di Indonesia dengan indeks mencapai 1.142.

Angka tersebut masuk kategori berbahaya karena berada jauh di atas ambang batas kategori berbahaya, yakni indeks di atas 300.

Data pemantauan ISPU Net milik KLHK menunjukkan kondisi udara Sampit berada pada level hitam. Tingginya pencemaran didominasi oleh partikel debu halus dan kasar, yakni PM10 dan PM2,5, yang berasal dari asap kebakaran lahan.

Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM10 di Sampit tercatat mencapai 1.142, sementara PM2,5 berada di angka 661. Kedua jenis partikel tersebut merupakan polutan berbahaya yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga bronkitis.

Kondisi udara buruk ini terjadi akibat aktivitas karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kota Sampit dan sekitarnya.

Meski upaya pemadaman terus dilakukan dengan melibatkan ratusan personel Satgas Karhutla, asap masih menyelimuti wilayah tersebut hampir sepanjang hari, baik siang maupun malam.

Di tengah kondisi udara yang masuk kategori berbahaya, masih ditemukan sejumlah warga yang beraktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan masker, terutama pengendara sepeda motor. Sebagian warga mengaku tetap beraktivitas seperti biasa karena lupa membawa masker.

Yeyen, salah satu warga Sampit, mengaku merasakan dampak buruk akibat kepungan asap karhutla.

"Udaranya begitu memilukan. Asap di mana-mana, sampai batuk," ujar Yeyen, Jumat (11/9/2026).

Sementara warga lainnya, Sopiyan, memilih menggunakan masker karena khawatir terhadap kualitas udara yang buruk.

"Udara hari ini agak kurang aman, makanya saya sampai pakai masker," kata Sopiyan.

Kondisi udara berbahaya di Sampit menjadi perhatian serius karena paparan asap dalam waktu lama dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan edukasi kepada warga agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.

Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan serta mengikuti informasi terbaru terkait kualitas udara dari instansi resmi.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut