Langit Sampit Menguning, Cahaya Matahari Redup Tertutup Kabut Asap Karhutla
Menurutnya, perubahan warna cahaya matahari terjadi akibat proses pembiasan ketika sinar matahari melewati kabut asap.
"Itu pembiasan dari sinar matahari. Karena memang cahaya matahari tidak terpancar langsung ke bumi namun terbias kabut asap," ujarnya.
Rahmat mengatakan ketebalan kabut asap di wilayah Sampit cukup tinggi hingga menghalangi pengamatan terhadap kondisi awan. Situasi tersebut menunjukkan pekatnya asap yang menyelimuti wilayah setempat.
"Kabut asap sangat tebal bahkan awan tidak bisa kami amati," katanya.
Selain berdampak terhadap aktivitas masyarakat, kabut asap juga mengganggu operasional penerbangan. Jarak pandang yang terbatas membuat kondisi di sekitar bandara tidak memenuhi persyaratan keselamatan untuk proses pendaratan maupun lepas landas.
"Dampaknya untuk penerbangan sangat terganggu karena jarak pandang minumum tidak tercukupi untuk landing dan take off," ucapnya.
Kabut asap telah dirasakan warga selama hampir tiga bulan seiring masih berlangsungnya karhutla di sejumlah titik. Petugas gabungan dan relawan terus melakukan upaya pemadaman, terutama pada lahan gambut yang api di dalamnya masih berpotensi menyala kembali.
Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap kebakaran segera dapat dikendalikan sehingga kualitas udara membaik dan aktivitas warga kembali normal.
Editor: Donald Karouw