Pascakerusuhan dan kebakaran, masyarakat yang kehilangan rumah harus mengungsi ke rumah kerabat dan saudara-saudaranya. Sementara pihak Kecamatan Penajam juga masih memantau kondisi di lapangan hingga benar-benar kondusif untuk menangani warga.
“Kami masih menunggu sampai tenang dulu. Kalau kami mau melakukan pembersihan, pemilik rumah juga tidak ada. Khawtirnya ada barang berharga. Jadi kami masih menunggu, enggak bisa buru-buru juga kan,” katanya
Dari pantauan, kondisi di Penajam Paser Utara pascabentrokan saat ini sudah berangsur normal. Namun, sejumlah personel TNI dan kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian.
Diketahui, bentrokan warga dipicu kasus penganiayaan di Jalan Costal Road Pantai Nipah-nipah yang menewaskan seorang pemuda, Rabu (9/10/2019). Korban meninggal yakni CS (19), sedangkan RN (18) mengalami luka tusuk di pinggang.
Polisi telah menangkap satu pelaku dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara pelaku lain masih dalam penyelidikan dalam pengejaran.
Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Sabil Umar mengatakan, tersangka ditangkap bersama tiga rekannya yang juga kedapatan membawa senjata tajam. “Kita dapati tiga orang yang kabur ke Balikpapan, kita menangkapnya di Klandasan,” ujarnya.
Kondisi daerah calon Ibu Kota Negara baru itu mulai berangsur kondusif sekitar pukul 19.00 WITA setelah Polda Kaltim menerjunkan empat satuan setingkat kompi (SSK).
Editor: Maria Christina