Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Jadi Sorotan Media Asing
JAKARTA, iNews.id – Kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, menjadi sorotan internasional. Sejumlah media asing memberitakan peristiwa yang membuat laut di kawasan ini tercemar hingga ribuan hektare. Tumpahan minyak juga memicu kebakaran kapal yang menewaskan sedikitnya lima orang.
Majalah berpengaruh Amerika Serikat (AS) Time mengutip BBC dan AFP menulis laporan ”Indonesia has declared a state of emergency as Borneo oil spill spreads”. Status darurat tumpahan minyak itu juga ditulis Aljazeera yang menurunkan berita di laman mereka, ”Indonesia declares state of emergency after oil spill ignites”.
Media Inggris The Guardian turut menyoroti kejadian ini dengan menuliskan berita ”Emergency declared after oil spill ignites on Indonesian island Borneo”. Demikan pula dilakukan kantor berita Reuters yang mewartakan penjelasan Pertamina dengan menuliskan berita ”Indonesia state firm says oil spill due to cracked underwater pipeline” pada laporan teraktual mereka, Rabu (4/4/2018) malam.
Sementara itu media Australia, ABC, menuliskan ”Borneo oil spill: police question bulk coal carrier crew after four people killed, water polluted”. Sedangkan media Hong Kong menulis laporan berjudul ”Vast oil spill turns Borneo port city into dangerous gas station”.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim memastikan bahwa tumpahan minyak yang mencemari Teluk Balikpapan berasal dari pipa milik Pertamina RU V yang terputus. Temuan itu berdasarkan hasil penyelidikan setelah peristiwa terbakarnya Teluk Balikpapan dan Kapal Ever Judger, pada Sabtu 31 Maret lalu. Dalam kejadian ini lima orang tewas.