Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapolda Banten: Jaket Pelampung yang Ditemukan di Selat Sunda Bukan dari Kapal Rombongan Jurnalis
Advertisement . Scroll to see content

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Terhalang Hujan Abu Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 20:41:00 WIB
Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Terhalang Hujan Abu Anak Krakatau
Kapal SAR milik TNI AL dan KAL Anyer Lanal Banten bersiap operasi pencarian lima jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda Banten. (Foto: iNews TV/Iskandar Nasution)
Advertisement . Scroll to see content

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Memasuki hari kelima operasi pencarian, Tim SAR Gabungan Lampung kembali memperluas wilayah penyisiran untuk menemukan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda

Namun, upaya penyelamatan kali ini dihadapkan pada kendala cuaca ekstrem dan aktivitas vulkanik yang kian memburuk. 

Gumpalan hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mengguyur kawasan perairan, membuat jarak pandang (visibility) petugas di atas kapal menjadi sangat terbatas. 

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezi Kuswara mengatakan, meskipun dihadapkan pada ancaman erupsi dan keterbatasan visibilitas, seluruh unsur SAR tetap berjuang menyisir perairan demi menemukan keberadaan para jurnalis.

"Pencarian tetap dilanjutkan secara optimal. Namun, kami terus mengevaluasi perkembangan cuaca, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, serta utamanya memperhitungkan faktor keselamatan seluruh personel di lapangan," ujar Rezi Kuswara, Jumat (11/9/2026).

Berdasarkan pemetaan terbaru, Tim SAR Gabungan memfokuskan pencarian di Sektor C dan D dengan cakupan area penyisiran yang sangat luas, yakni mencapai 585 mil laut persegi.

Dua armada perahu karet berlambung keras (Rigid Inflatable Boat/RIB) beserta kapal penyelamat utama KN SAR Basudewa dikerahkan penuh ke titik-titik koordinat sasaran. Kendati demikian, paparan abu vulkanik tebal yang turun di sekitar lokasi operasi membuat pandangan mata tim penyelamat menjadi sangat terbatas. 

Jarak pandang petugas di lapangan tercatat hanya berkisar antara 10 hingga 20 meter saja. Kondisi ini menuntut nakhoda dan seluruh personel bergerak ekstra hati-hati guna menghindari bahaya tubrukan mau pun kendala teknis navigasi di tengah lautan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut