Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Viral! Siswa SD di Lampung Utara Temukan Benda Diduga Peluru di Daging MBG

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:48:00 WIB
Viral! Siswa SD di Lampung Utara Temukan Benda Diduga Peluru di Daging MBG
Kepala sekolah menunjukkan peluru senapan angin dalam dagi menu MBG di SD Negeri 3 Sindangsari Lampung Utara. (Foto: iNews TV/Jimi Irawan)
Advertisement . Scroll to see content

LAMPUNG UTARA, iNews.id - Video temuan benda diduga peluru senapan angin dalam potongan daging menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sindangsari, Kabupaten Lampung Utara, Lampung, viral di media sosial. Benda kecil dan keras tersebut ditemukan seorang siswa saat hendak menyantap makanan.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang guru memperlihatkan potongan daging MBG beserta benda kecil yang menyerupai peluru senapan angin.

Benda tersebut ditemukan oleh siswa kelas V SD bernama Ardi saat menyantap menu MBG. Ardi mengaku awalnya merasa ada yang berbeda ketika menggigit potongan daging tersebut karena terasa lebih keras dari biasanya.

"Pas lagi makan-makan saya angkat dagingnya terus saya balik. Lalu saya lihat ada peluru di daging. Udah ada yang dimakan dagingnya, tapi yang bagian atas. Akhirnya berhenti makannya," ujar Ardi, Jumat (28/8/2026).

Karena merasa curiga, Ardi kemudian memeriksa potongan daging tersebut. Saat dibalik, terlihat benda kecil dan keras menyerupai peluru dalam kondisi menancap di dalam daging.

Kepala SD Negeri 3 Sindangsari, Ida Yulia Mega, membenarkan adanya temuan benda tersebut. Menurutnya, Ardi sempat hendak mengonsumsi makanan tersebut sebelum menemukan benda yang diduga peluru.

"Jadi siswa saya sudah gigit katanya keras, lalu dibalik lah dagingnya, lho kok ada peluru. Lalu dimuntahkan lah makanan itu," ujarnya.

Ida mengaku khawatir jika benda tersebut sampai tertelan oleh siswa. Menurutnya, kejadian itu dapat membahayakan keselamatan anak-anak yang mengonsumsi makanan dari program MBG.

"Kalau sampai dia makan itu, saya gak tahu apa yang akan terjadi. Efeknya juga ke saya. Itu karena apa, itu karena keteledoran mereka yang punya dapur MBG," katanya.

Sebelumnya, menu MBG di SD Negeri 3 Sindangsari juga sempat menjadi perhatian setelah dinilai tidak layak dikonsumsi. Kini, pihak sekolah berharap pengelola program MBG melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses penyediaan bahan makanan, pengolahan, pemeriksaan kualitas, hingga distribusi kepada siswa.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut