Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Disangka, Tersangka Pembunuhan Bocah Disabilitas di Merauke Ternyata Sang Ayah Kandung
Advertisement . Scroll to see content

Ayah Kandung Jadi Tersangka Pembunuhan Bocah Disabilitas di Merauke, Ini Fakta Penyidikannya

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:27:00 WIB
Ayah Kandung Jadi Tersangka Pembunuhan Bocah Disabilitas di Merauke, Ini Fakta Penyidikannya
Polres Merauke saat ekspose kasus kematian Julia Risky Ramadiana, bocah penyandang disabilitas yang diduga dibunuh ayah kandung. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Dari rangkaian penyidikan tersebut, polisi menyatakan telah memperoleh sedikitnya dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan MRP sebagai tersangka.

Penyidik juga mengungkap hasil tes urine MRP pada 28 Oktober 2025 yang dinyatakan positif mengandung ganja. Namun, hasil tes tersebut bukan menjadi satu-satunya dasar polisi dalam menetapkannya sebagai tersangka.

Kapolres menyebut dugaan motif sementara berkaitan dengan persoalan internal keluarga yang kemudian berujung pada kekerasan terhadap korban. Penyidik juga menduga terdapat upaya mengaburkan peristiwa dengan narasi perampokan dan penculikan.

Dalam penyidikan kasus kematian Julia, polisi telah mengamankan 26 barang bukti. Istri MRP juga sudah diperiksa penyidik, tetapi hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

Atas perbuatannya, MRP dijerat Pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto UU Nomor 17 Tahun 2016 juncto UU Nomor 1 Tahun 2026. DIa terancam pidana penjara paling lama 15 tahun.

Kapolres menegaskan penetapan tersangka bukan berarti MRP telah dinyatakan bersalah. Status bersalah atau tidaknya seseorang tetap menjadi kewenangan pengadilan setelah seluruh proses hukum dijalankan.

“Penetapan tersangka tidak didasarkan pada satu keterangan, tetapi berdasarkan rangkaian alat bukti. Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah karena yang menentukan bersalah atau tidaknya adalah proses di pengadilan. Akhirnya Kami memohon maaf kepada masyarakat merauke proses penyelidikannya hampir 9 bulan, kami menghimbau kepada masyarakat merauke tidak membuat kesimpulan sendiri sebelum proses hukum selesai,” ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut