Jokowi Akan ke Timor Tengah Selatan, Daerah dengan Angka Stunting Tertinggi di Indonesia
Harapan Wlem dan warga desa lainnya memang cukup beralasan. Bagaimana tidak, Desa Kesetnana selama ini dikenal sebagai desa yang memiliki risiko stunting. Atas dasar itu pula, Jokowi dijadwalkan berkunjung langsung pada Kamis besok.
Fakta Desa Kesetnana menjadi daerah berisiko stunting tidak terlepas dari kondisi yang terjadi. Selain kesulitan mendapatkan akses air bersih, faktor ekonomi dan rendahnya pendidikan menjadi potensi kerawanan terhadap kesehatan bagi warga setempat. Bahkan dalam hal kesehatan, diperoleh data hampir sebagian besar warga Desa Kesetnana tidak memiliki jamban yang layak.
Desa Kesetnana sebenarnya bukan satu-satunya daerah di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang kondisinya cukup membuka peluang tumbuh suburnya stunting. Kesetnana sekadar gambaran umum dari 278 desa yang ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan prevalensi stunting tinggi.
Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, angka prevalensi stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan mencapai 48,3 persen. Angka tersebut sekaligus sebagai yang tertinggi di Nusa Tenggara Timur khususnya, Indonesia umumnya.
Berdasarkan data SSGI di tahun yang sama yakni 2021, NTT masih memiliki 15 kabupaten dengan kategori ‘merah’ dalam hal kasus stunting. Pengkategorian status ‘merah’ tersebut berdasarkan prevalensi stuntingnya yang masih masih di atas 30 persen. Kunjungan Presiden ke ke Timor Tengah Selatan pada khususnya, dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya, sebagai bentuk perhatian penuh untuk penanganan persoalan angka stunting yang tinggi.