Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pertamina Pastikan Antrean BBM Subsidi di Makassar Makin Kondusif, 25 SPBU Buka 24 Jam
Advertisement . Scroll to see content

Demo Kelangkaan BBM, Massa PMII Pangkep Blokade Trans Sulawesi 

Senin, 14 September 2026 - 22:45:00 WIB
Demo Kelangkaan BBM, Massa PMII Pangkep Blokade Trans Sulawesi 
Mahasiswa PMII menggelar aksi unjuk rasa terkait kelangkaan BBM di wilayah Kabupaten Pangkep. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

PANGKEP, iNews.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pangkep menggelar aksi unjuk rasa memprotes kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), Senin (14/9/2026). 

Dalam aksinya, massa memblokade Jalan Trans Sulawesi dan menyandera truk untuk dijadikan panggung orasi.

Massa aksi juga membakar ban bekas di tengah jalan raya sebagai simbol protes atas krisis energi berupa kelangkaan BBM, elpiji 3 kg, serta pemadaman listrik bergilir yang marak terjadi di Pangkep.

Ketua PMII Cabang Pangkep, Ahmad Ma'ruf menegaskan, aksi jalanan ini merupakan respons atas penderitaan masyarakat dan UMKM yang dirugikan oleh carut-marut distribusi energi di Pangkep.

Dalam orasinya, PMII menyampaikan sembilan poin tuntutan, di antaranya mendesak PT PLN (Persero) segera menghentikan pemadaman listrik secara bergilir serta memberikan kompensasi atas kerusakan barang elektronik milik warga.

"Ini adalah aksi memperjuangkan hak-hak masyarakat. Terjadi kelangkaan BBM yang mengakibatkan antrean panjang, kelangkaan gas elpiji yang membuat harga eceran melonjak tinggi, serta pemadaman listrik bergilir yang merugikan pedagang kecil. Kami mendesak PLN hentikan pemadaman dan berikan ganti rugi jika ada barang elektronik warga yang rusak," ujar Ahmad Ma'ruf, Senin (14/9/2026).

PMII juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas keterlibatan oknum atau mafia yang diduga bermain dalam distribusi energi di Kabupaten Pangkep

Menanggapi gejolak masyarakat dan kelangkaan BBM yang memicu antrean mengular di sejumlah tempat pengisian bahan bakar, pihak Kepolisian Resor (Polres) Pangkep langsung menerjunkan personel untuk melakukan pengawasan ketat.

Wakapolres Pangkep, Kompol Sudarmin, menyatakan jajarannya akan terus memantau proses distribusi di seluruh SPBU yang ada di wilayah Pangkep guna mengantisipasi penyimpangan.

Hingga Senin malam, antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat yang berjam-jam mengantre di SPBU masih terlihat di beberapa titik di Kabupaten Pangkep. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada solusi konkret dari pemerintah daerah.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut