WNI asal Maros Tewas Diduga Dibunuh Teman di Armenia, Keluarga Berharap Jenazah Dipulangkan
"Jadi saat dicek, kakak saya tertutup selimut sudah kaku. Kaki dan tangan terikat lakban," katanya.
Valenth diketahui baru sekitar tiga bulan bekerja di Armenia. Menurut keluarga, dia bekerja di bidang konsultan teknologi informasi.
"Kakak saya bekerjka sebagai IT Consultant sudah tiga bulan di sana," ucapnya.
Valenth merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Sebelum kejadian, korban tidak pernah menceritakan adanya masalah serius di lingkungan kerja, meski sempat menyampaikan keinginan untuk pulang ke Indonesia.
Keluarga menduga kejadian tersebut berkaitan dengan penolakan korban untuk terlibat dalam dugaan penyalahgunaan dana perusahaan. Namun, dugaan tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang dan masih harus dibuktikan melalui penyelidikan.
Arnold mengatakan keluarga telah menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan mendapat pendampingan. Mereka berharap pemerintah membantu mempercepat pemulangan jenazah agar dapat dimakamkan di Indonesia.