Jejak Permaisuri dan Anak Sri Sultan Hamengku Buwono V yang Dimakamkan di Manado
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 08:13:00 WIB
Awalnya kompleks pemakaman terbagi tiga, yakni untuk etnis Borgo, Cina dan Belanda. Pekuburan Cina dan Belanda sudah tidak ada lagi karena dibongkar dan dibangun Persekolahan Kristen Eben Haezar.
"Pekuburan Borgo tidak dibongkar karena ada makam Kanjeng Ratu Sekar Kedaton disitu, kalau kubur Belanda habis, kubur Cina juga habis," katanya.
Kini, setelah 20 tahun lamanya, Al Buchari tidak lagi menjadi juru kunci makam, tugasnya diambil alih Sukardi Soepredjo, ayah dari Yasti Soepredjo yang merupakan mantan abdi dalem keraton.
Editor: Donald Karouw