Dewi mengatakan, putranya Khalif merupakan anak satu-satunya. Dia dirawat selama lima hari di RSUP M Jamil Padang sejak Kamis lalu karena mengalami pendempetan usus. Setelah dioperasi di hari Kamis itu juga, kondisi Khalif kritis dan akhirnya meninggal pada Selasa pagi.
“Awalnya dia muntah, katanya infeksi lambung. Setelah dirontgen rupanya ada usus yang terlipat. Karena kondisinya sudah kritis, kami bawa ke RSUP M Jamil dan harus dioperasi hari itu juga. Dioperasi Kamis, kondisinya kritis sejak Jumat, sampai akhirnya dia pergi tadi,” kata Dewi.
Guna meringankan biaya selama dirawat, orang tua Khalif telah berusaha mendaftarkannya sebagai pesrta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Namun, mereka terkendala dengan prosedur pengurusan.
“Pengurusan BPJS Kesehatan tertunda-tunda karena kondisi Khalif terus menurun,” ujarnya.
Setelah jenazah Khalif dibawa pulang, para pengemudi ojol ramai-ramai mengumpulkan sumbangan secara sukarela untuk membantu orang tuanya melunasi biaya rumah sakit yang mencapai Rp25 juta. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin meringankan beban orang tua bayi itu.