Tato Mentawai dan Dayak, Jadi Jati Diri dan Penerang Jalan menuju Keabadian setelah Meninggal
JAKARTA, iNews.id - Tato di Nusantara sudah muncul sejak zaman nenek moyang. Seni rajah ini menjadi hal yang sakral dan luhur bagi masyarakat di beberapa suku.
Bagi mereka, tato tidak boleh dilepas atau bahkan dihapuskan dari adat istiadat mereka. Karena itu, budaya tato masih diturunkan dari generasi ke generasi sebagai warisan yang suci.
Motif dan pengerjaannya juga tidak boleh sembarangan karena punya makna mendalam. Di Indonesia, tradisi unik ini bisa ditemukan setidaknya di tiga suku. Salah satunya di Mentawai, yang menjadi tertua di dunia.
Berasal dari Suku Mentawai, Sumatra Barat, dinobatkan sebagai tato tertua di dunia sejak 1500 M. Bahkan, usianya lebih tua dari tato Mesir yang baru muncul pada 1300 SM.
Tato Mentawai merupakan sebuah seni melukis di atas kulit. Tinta yang dipakai berasal dari arang kayu atau bekas pembakaran yang dihaluskan dan dicampur dengan perasan tebu.