Tato Mentawai dan Dayak, Jadi Jati Diri dan Penerang Jalan menuju Keabadian setelah Meninggal

Setelah itu, duri atau jarum dicelupkan pada tinta dan ditusukkan pada lapisan kulit membentuk rupa-rupa motif. Tato dapat diberikan pada bagian mata kaki, jari, dada rusuk, leher, hingga pipi.
Masyarakat Suku Mentawai menganggap tato tersebut merupakan busana abadi yang dapat dibawa mati. Tato Mentawai memiliki makna tersendiri.
Tato itu berfungsi untuk menunjukkan jati diri dan perbedaan status sosial dalam masyarakat. Objek seperti batu, hewan, dan tumbuhan dalam tradisi orang Mentawai harus diabadikan di tubuh mereka.
Tato Dayak merupakan tato yang berasal dari Suku Dayak, Kalimantan. Seorang perajin seni tato Dayak, David Christian, mengungkapkan bahwa alat yang digunakan untuk membuat lubang kecil dalam tubuh adalah duri pohon jeruk atau salak.
Kemudian duri tersebut dioleskan pada tinta jelaga yang telah dicampur dengan madu. Madu dipakai untuk meminimalisasi infeksi pada kulit.