Mahasiswa asal Sumsel yang Belum Bisa Kembali ke China Terpaksa Belajar secara Online
“Kawan-kawan kami yang bertahan di asrama kampus juga belajar dari kamar masing-masing,” ujar Adam.
Adam dan teman-temannya hanya mengikuti proses belajar tanpa tugas selama di Indonesia. Ttugas baru dikumpulkan ketika mereka telah kembali ke kampus di Kota Zhanzhou. “Sebelum lulus semester kami harus mengumpulkan tugas,” kata Adam.
Dia juga mengaku belum tahu kapan bisa kembali ke China. Pihak kampus belum bisa memastikan kapan kampus mulai dibuka dan aktivitas belajar kembali normal. Sembari menunggu, dia berencana menjajal bisnis selama berada di Sumsel.
“Kebetulan saya kuliah jurusan bisnis, jadi sudah ada keinginan dengan dua kawan saya untuk cari part time bisnis kecil-kecilan. Kami pilih bisnis supaya tidak mengganggu proses belajar walau via online,” kata Adam.
Adam dan keenam rekannya, yakni Fauzan Nurihsan Achmad, Muhammad Rijal Fauzi, Muhammad Naufal, Raden Ayu Fierdhalita, Annisa Sekar Ayu Nur Utami, dan Muhammad Wahyu Adji Pamungkas, sebelumnya tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada Sabtu, 1 Februari 2020. Hari ini, mereka telah bebas dari masa inkubasi 14 hari dan diizinkan beraktivitas normal seperti biasanya.
Perjalanan mereka dari China hingga sampai ke Tanah Air cukup lancar. Namun, mereka harus melewati penanganan yang sangat ketat untuk sampai ke Indonesia hingga tiba di Palembang.
Pihak kampus di China sebelumnya telah meminta para mahasiswa yang berasal dari luar China untuk tidak kembali ke negara itu sebelum ada pemberitahuan lebih lanjut.
Editor: Maria Christina