Banjir Bandang Terjang Humbang Hasundutan, 5 Orang Tewas dan 4 Warga Hilang
Lahan pertanian warga pun turut terdampak banjir bandang di Humbang Hasundutan. Genangan dan terjangan material lumpur merusak tanaman dan mengancam sumber penghidupan masyarakat. Pemerintah daerah diminta segera menghitung potensi kerugian sektor pertanian.
Banjir bandang terjadi di Kecamatan Pakkat, tepatnya di Kelurahan Panggugunan. Sementara kejadian tanah longsor teridentifikasi berdampak ke sejumlah wilayah. Di antaranya Desa Sampean di Kecamatan Doloksanggul, Desa Parbotihan, Sihikkit, Sampetua dan Janji Nagodang di Kecamatan Onan Ganjang, Desa Aek Sopang di Kecamatan Pakkat, serta Desa Janji Hutanapa di Kecamatan Parlilitan.
Cuaca ekstrem yang dipengaruhi fenomena Siklon Tropis Senyar disebut menjadi faktor utama pemicu terjadinya pergerakan tanah dan aliran banjir bandang tersebut. Hujan dengan intensitas tinggi membuat tebing labil dan aliran sungai meluap. Warga yang tinggal di lereng dan bantaran sungai berada dalam posisi paling rentan.
Sejak kejadian, tim gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi korban, pembersihan material longsoran, serta pembukaan akses jalan. Alat berat seperti ekskavator dan backhoe loader dikerahkan untuk menyingkirkan material batu, tanah, dan kayu. Upaya ini dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi medan.
BPBD bersama Dinas Sosial juga telah mendirikan dapur umum dan menyiapkan tempat pengungsian sementara di rumah penduduk. Warga yang terdampak mendapat layanan makan, kebutuhan dasar, dan pendampingan. Upaya pencarian empat warga yang masih hilang tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan petugas di lapangan.
Editor: Donald Karouw